Kewajiban Zakat Fitrah

Logo SEO Kontes InfoZakat & Teak123

Zakat fitrah merupakan zakat yang dikeluarkan di Bulan Ramadlan dan diwajibkan dengan kesepakatan seluruh ulama. Nabi Muhammad dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abi Dawud dan Ibn Majah pernah bersabda yang artinya: “Rasulullah SAW menwajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari kekeliruan, kekejian, dan makanan untuk orang-orang miskin.” Hadis inilah yang kemudian dijadikan landasan bahwa szkat fitrah juga disebut zakat badan.
 
      Di lapangan atau prakteknya, niat dalam mengeluarkan zakat itu wajib hukumnya. Lafadznya demikian: “Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah dari diriku sebagai kewajiban, hanya untuk Allah ta’ala”. Sementara waktu niat ini ketika memberikan zakat kepada orang yang berhak menerima zakat atau wakil zakat. Boleh juga mendahulukan niat dari penyerahan, dengan syarat sudah dipisahkannya harta zakat dengan yang lainnya. Boleh juga meminta sang wakil untuk memberikan niat ketika penyerahan zakat. Sedangkan untuk niat dalam mengeluarkan zakat untuk seseorang yang wajib dikeluarkan zakat fitrahnya. adalah: “Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk (fulan/ sebutkan nama orang yang diwakili) sebagai kewajiban, hanya untuk Allah ta’ala”.
Kemudian masalah waktu pembagian zakat fitrah terbagi beberapa macam. Ada waktu yang wajib, waktu fadhilah, waktu jawaz, waktu makruh dan ada pula waktu haram mengeluarkan zakat fitrah. Terus siapa saja sih yang terkena kewajiban mengeluarkan zakat fitrah?
Setahu saya, mereka yang berstatus muslim wajib mengeluarkan zakat fitrah. Ditambah lagi syarat, mereka harus merdeka (muslim Indonesia jelas ternasuk di dalamnya, karena sudah tidak ada lagi perbudakan) dan syarat harus memiliki persediaan bahan pokok yang mencukupi untuk sehari semalam (hari lebaran). Catatan, persediaan ini selain dari: Kebutuhannya sendiri dan orang yang wajib dia nafkahi; Hutang, meskipun diberi tempo; dan Kebutuhan pembantu serta rumah yang sesuai ukuran orang yang mengeluarkan zakat.
Untuk masalah siapa orang yang harus kita keluarkan zakatnya (menjadi kewajiban kita untuk mengeluarkan zakat) adalah;
  1. Istri, meskipun tertalak roj’i, selama dalam waktu iddah, atau tertalak bain dalam kondisi hamil;
  2. Anak (anak yang belum baligh dan tidak mempunyai harta, maka perintah zakat dibebankan kepada orang tua. Dan untuk anak yang sudah mempunyai harta – harta warisan misalnya, orang tua tidak wajib mengeluarkan zakat dari harta pribadinya, melainkan boleh membayarkan zakat anaknya tersebut dari harta si anak. Untuk anak yang sudah baligh, ia wajib mengeluarkan dari hartanya sendiri dengan niatnya sekalian. Orang tua yang membantu mengeluarkan zakat anaknya tidak mengapa bila mendapat amanat atau telah mendapatkan izin.
  3. Orang tua (ayah dan ibu) yang tidak mampu bekerja.
  4. Hamba yang dimiliki (budak).
 Zakat fitrah ini sendiri dalam pengalokasiannya terdapat golongan khusus. Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Mereka adalah; Fakir; Miskin; Amil (banyak syarat amil seperti apakah yang boleh menerima zakat fitrah); Muallaf (orang yang baru masuk Islam); Mukatab (Seorang budak yang diaqadi bisa merdeka dengan memberikan sejumlah cicilan, dengan aqad yang sah. Hal ini untuk membatunya terbebas dari status budak.); Gharim  (Mereka-mereka yang punya tanggungan hutang. Banyak kategori dalam golongan ini); Bala Tentara; dan Ibnu Sabil/ musafir.
      Lantas, jumlah harta yang harus dikeluarkan agar kita terlepas dari kewajiban zakat fitrah adalah satu sha’ untuk setiap orang, atau sekitar 2, 75 kg yang tidak terdapat cacat, seperti terdapa ulat yang biasa memakan biji-bijian.

Semoga bermanfaat… Oh ya Bro… Klik disini mungkin postingan ini juga manfaat.